JAKARTA – Sebanyak 169 talenta muda berprestasi ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Talenta Indonesia Angkatan I Tahun 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada para pelajar berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Beasiswa tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreska), bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dari total penerima, sebanyak 166 orang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri, sedangkan tiga lainnya mendapatkan kesempatan kuliah di luar negeri.
Penetapan penerima beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesinambungan pembinaan talenta, mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi.
166 Penerima Beasiswa Kuliah di Dalam Negeri, 3 ke Luar Negeri
Sebanyak 169 penerima Beasiswa Talenta Indonesia berasal dari berbagai ajang talenta tingkat nasional maupun internasional.
Mereka melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi dan bidang keilmuan sesuai dengan potensi serta prestasi yang telah diraih.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kesinambungan pembinaan bagi murid berprestasi yang telah dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Menurutnya, talenta-talenta yang telah diidentifikasi dan dibina oleh Puspreska perlu mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Dengan dukungan beasiswa tersebut, diharapkan potensi para penerima dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi Indonesia.
Penerima Beasiswa Talenta Indonesia 2026 dari Berbagai Bidang
Salah satu penerima Beasiswa Talenta Indonesia adalah Salwa Salsabila AZ dari SMA Islam Atthirah, Sulawesi Selatan.
Salwa merupakan peraih medali perak Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Saat ini, ia melanjutkan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Salwa mengaku bangga mendapatkan kesempatan menjadi penerima beasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa proses seleksi dan pembekalan memberikan pengalaman serta wawasan baru, terutama mengenai pola pikir berkembang, ketangguhan mental, integritas, toleransi, dan tanggung jawab sosial.
Penerima lainnya adalah Muhammad Lingga Padantya Junaedi dari MAN 2 Kota Malang. Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di University of Toronto, Kanada.
Lingga merupakan peraih medali emas OPSI 2024 dan medali perak Young Inventors Challenge (YIC) 2025.
Sementara itu, Jovan Nathaniel Permana dari SMAN 1 Mataram merupakan peraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Fisika.
Saat ini, Jovan menempuh pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB). Ia bercita-cita menjadi dosen atau peneliti bidang fisika dalam sepuluh tahun mendatang.
Jovan juga berharap dapat mengembangkan penelitian lintas disiplin ilmu sehingga menghasilkan pengetahuan yang lebih luas dan bermanfaat.
Penerima Beasiswa Dibekali Kesiapan Akademik dan Karakter
Sebelum memulai perjalanan pendidikan tinggi, seluruh penerima beasiswa mengikuti rangkaian Pembekalan Studi Beasiswa Talenta Indonesia Angkatan I 2026.
Kegiatan pembekalan dimulai pada 17 September 2026 dan dilanjutkan melalui empat sesi utama pada 2, 3, 16, dan 17 Oktober 2026.
Dalam program tersebut, peserta mendapatkan delapan materi utama, yaitu:
- Thriving in a New Learning Environment, tentang kemampuan beradaptasi dengan lingkungan belajar baru.
- Resilience and Adaptive Capacity, mengenai ketangguhan dan kemampuan menghadapi perubahan.
- Growth and Learning Mindset: Talent vs Passion, tentang pola pikir berkembang dan hubungan antara bakat serta minat.
- Integrity in Academic Life, mengenai integritas dalam kehidupan akademik.
- Leading Change, tentang kepemimpinan dan kemampuan mendorong perubahan.
- Tolerance and Living with Diversity, mengenai toleransi dan kehidupan dalam keberagaman.
- Purpose and Meaning, tentang tujuan dan makna dalam kehidupan.
- Social Responsibility, mengenai tanggung jawab sosial.
Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan intrapersonal dan interpersonal penerima beasiswa. Dengan demikian, mereka tidak hanya dipersiapkan dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Talent to Impact Project Dorong Penerima Beasiswa Berkontribusi
Rangkaian pembekalan ditutup dengan presentasi kelompok melalui kegiatan Talent to Impact Project.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para penerima beasiswa untuk merefleksikan materi yang telah dipelajari sekaligus menyusun gagasan mengenai kontribusi yang dapat mereka berikan melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Kepala Puspreska Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, berpesan agar penerima beasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik dan penghargaan.
Menurutnya, prestasi perlu dilanjutkan dengan integritas dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mendorong para penerima beasiswa untuk mulai berkontribusi dari lingkungan dan kemampuan yang dimiliki saat ini, tanpa harus menunggu mencapai posisi tertentu.
Beasiswa Talenta Indonesia Dukung Pengembangan Talenta Nasional
Beasiswa Talenta Indonesia merupakan program yang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi peserta didik berprestasi.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kesinambungan pengembangan talenta nasional. Prestasi yang diperoleh murid melalui berbagai kompetisi diharapkan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi berlanjut menjadi pengembangan ilmu, kompetensi, dan kontribusi nyata.
Melalui kerja sama Kemendikdasmen dan LPDP, para penerima beasiswa diharapkan dapat mengembangkan potensi masing-masing, menyelesaikan pendidikan tinggi, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan Indonesia.








