BOGOR – Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 ternyata tidak sesulit yang dibayangkan sejumlah murid. Setelah mengikuti asesmen gelombang kedua, beberapa peserta dari Depok dan Kabupaten Bogor mengaku dapat mengerjakan soal dengan lebih tenang berkat persiapan yang dilakukan bersama sekolah.
Pengalaman tersebut disampaikan saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi SMK Al Hasra Depok dan SMA Madania Kabupaten Bogor pada Selasa, 3 November 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Fajar berdialog dengan murid yang baru menyelesaikan TKA. Ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan asesmen di sekolah yang dikunjungi berjalan lancar dan para peserta dapat mengerjakan soal dengan baik.
Menurut Fajar, TKA diharapkan tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi murid. Pengalaman mengikuti asesmen justru dapat mendorong mereka lebih bersemangat belajar dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Siswa Mengaku Lebih Percaya Diri Setelah Persiapan
Salah satu peserta TKA, Annisa Amalia Munandar, murid jurusan Akuntansi Keuangan dan Lembaga SMK Al Hasra Depok, mengungkapkan bahwa soal yang dihadapinya selama dua hari pelaksanaan masih berkaitan dengan materi yang telah dipelajari di sekolah.
Sebelum mengikuti TKA, Annisa bersama teman-temannya mendapatkan pendalaman materi dan latihan literasi serta numerasi yang difasilitasi sekolah.
Persiapan tersebut membuatnya lebih percaya diri saat mengerjakan soal. Annisa juga optimistis terhadap hasil asesmen yang diperolehnya.
Ia berharap hasil TKA dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan di bidang Akuntansi di Institut Pertanian Bogor (IPB).
TKA Membantu Siswa Mengenali Kemampuan Akademik
Pengalaman positif juga disampaikan Kenzie Ahmad Rafiansyah, murid SMA Madania yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Melbourne, Australia.
Menurut Kenzie, mengikuti TKA menjadi pengalaman berharga karena membantunya mengenali kemampuan diri sekaligus mempersiapkan rencana pendidikan tinggi dengan lebih matang.
Ia menilai soal-soal TKA melatih kemampuan berpikir kritis dan memahami persoalan secara lebih mendalam. Kenzie juga mengaku dapat mengerjakan soal Bahasa Inggris dengan baik setelah belajar dan mempersiapkan diri.
Sementara itu, Rachma Aulia Khoirunnisa, murid SMK Al Hasra Depok, mengaku tetap mendapatkan dukungan sekolah meskipun sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) selama dua bulan.
Sekolah memberikan pendalaman materi melalui Sistem Informasi Digital Sekolah (Sidigs). Menurut Rachma, TKA menjadi pengalaman baru karena mengharuskannya mengerjakan soal dengan tingkat pemahaman yang lebih mendalam.
Ia berharap hasil asesmen tersebut dapat memberikan gambaran kemampuan literasi dan numerasinya sekaligus menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Padjadjaran.
Murid Beri Masukan tentang Pelaksanaan TKA
Dalam dialog bersama para peserta, Fajar juga menerima sejumlah masukan terkait pelaksanaan TKA.
Masukan tersebut mencakup format soal, ukuran huruf pada layar komputer, kualitas gambar, hingga durasi pengerjaan.
Menurut Fajar, berbagai masukan dari murid perlu diperhatikan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan TKA berikutnya dapat berjalan lebih baik.
Pengalaman peserta juga menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah bentuk soal dan sistem asesmen sudah sesuai dengan kebutuhan murid.
Selain itu, pengalaman mengikuti TKA diharapkan dapat membantu peserta memahami bagian materi yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu ditingkatkan.
TKA Bukan Penentu Kelulusan
TKA merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan penjelasan resmi Kemendikdasmen, TKA bukan ujian penentu kelulusan. Asesmen ini juga tidak menggantikan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan.
Hasil TKA dapat memberikan informasi mengenai kemampuan akademik murid secara lebih terstandar. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi pembelajaran dan pertimbangan dalam proses seleksi pendidikan.
Dengan demikian, murid tidak perlu memandang TKA sebagai ujian yang harus ditakuti. Persiapan melalui pembelajaran rutin, pendalaman materi, dan latihan soal dapat membantu mereka menghadapi asesmen dengan lebih percaya diri.
Kemendikdasmen berharap pelaksanaan TKA dapat menjadi pengalaman belajar yang positif sekaligus membantu murid mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.








