Pemerintah menetapkan anggaran pendidikan tahun 2027 sebesar Rp820,9 triliun, atau meningkat sekitar Rp100 triliun dibandingkan outlook anggaran pendidikan 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa alokasi tersebut mengacu pada amanat UUD NRI 1945 yang menetapkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program pendidikan, mulai dari bantuan bagi siswa dan mahasiswa hingga peningkatan sarana prasarana sekolah. Salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditargetkan menjangkau 22,1 juta siswa dengan anggaran Rp15,9 triliun. Sementara itu, KIP Kuliah dialokasikan Rp17 triliun untuk 1,1 juta mahasiswa penerima.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan. Sebanyak 7 Sekolah Unggul Garuda akan dibangun dengan anggaran Rp2,7 triliun, sedangkan renovasi sekolah dan madrasah mendapatkan alokasi Rp18,2 triliun. Target renovasi mencakup 12.215 satuan pendidikan.
Program Sekolah Rakyat (SR) juga menjadi salah satu penerima anggaran pendidikan 2027. Pemerintah menyiapkan Rp32,9 triliun untuk pembangunan 100 Sekolah Rakyat serta operasional 166 Sekolah Rakyat. Selain itu, anggaran pendidikan juga mencakup dukungan untuk Bantuan Operasional Sekolah bagi 54,2 juta siswa dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD bagi 6,3 juta peserta didik.
Dari sisi kesejahteraan tenaga pendidik, anggaran pendidikan 2027 mencakup Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-PNS untuk 1,3 juta guru serta TPG ASN daerah bagi 1,7 juta guru. Pemerintah juga mengalokasikan tambahan penghasilan bagi sekitar 20,7 ribu guru ASN daerah.
Selain sektor pendidikan secara langsung, anggaran tersebut juga mencakup Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 60,6 juta penerima dengan alokasi sekitar Rp240 triliun. Dukungan lainnya meliputi beasiswa LPDP serta bantuan operasional untuk 148 museum dan taman budaya. Secara keseluruhan, anggaran pendidikan 2027 diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan, mendukung siswa dan mahasiswa, serta memperkuat kesejahteraan guru.









