Jakarta, 22 Agustus 2026 – Gempa bumi yang masih mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 15 Agustus 2026 berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak sehingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah daerah menyiapkan berbagai metode pembelajaran untuk memastikan murid tetap dapat belajar dengan aman.
Kemendikdasmen memastikan penanganan pendidikan pascagempa dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing wilayah. Pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai moda, termasuk pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh, maupun kombinasi keduanya sesuai tingkat keamanan dan kesiapan satuan pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan murid, guru, dan tenaga kependidikan.
Keselamatan Murid dan Guru Jadi Prioritas
Kemendikdasmen menekankan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran selama kondisi darurat.
Sekolah yang bangunannya masih aman dapat melaksanakan pembelajaran seperti biasa. Sementara satuan pendidikan yang kondisi bangunannya belum memungkinkan untuk digunakan dapat menerapkan metode pembelajaran alternatif dengan menyesuaikan kondisi dan sumber daya yang tersedia.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta berbagai pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
Pembelajaran Disesuaikan dengan Kondisi Daerah
Kondisi pascagempa di setiap wilayah tidak sama. Karena itu, Kemendikdasmen tidak menerapkan satu metode pembelajaran yang berlaku secara seragam.
Pendekatan tersebut memungkinkan sekolah dan pemerintah daerah memilih metode yang paling sesuai berdasarkan kondisi bangunan sekolah, keamanan lingkungan, akses terhadap fasilitas pembelajaran, serta kondisi psikologis murid dan guru.
Dengan fleksibilitas tersebut, proses belajar diharapkan tetap berlangsung meskipun sebagian sekolah belum dapat kembali menjalankan pembelajaran tatap muka secara normal.
Pemulihan Pendidikan Dilakukan Bertahap
Selain memastikan keberlangsungan pembelajaran, pemerintah juga perlu memperhatikan proses pemulihan sekolah yang terdampak gempa.
Pemulihan mencakup pendataan kondisi satuan pendidikan, penanganan sarana dan prasarana, serta memastikan murid dan tenaga pendidikan mendapatkan dukungan yang diperlukan selama masa pemulihan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan bencana tidak membuat anak-anak kehilangan hak memperoleh pendidikan.
Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan. Metode pembelajaran dapat disesuaikan kembali seiring dengan perkembangan situasi dan tingkat keamanan sekolah.
Kebijakan tersebut menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan dan keselamatan warga sekolah harus berjalan beriringan, terutama ketika satuan pendidikan menghadapi situasi darurat akibat bencana.
Judul Alternatif SEO
- 1.378 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Kemendikdasmen Siapkan Berbagai Metode Pembelajaran
- Gempa Flores Ganggu Sekolah, Kemendikdasmen Pastikan Murid Tetap Belajar
- Pascagempa Flores, Kemendikdasmen dan Pemda Terapkan Pembelajaran Fleksibel
- Gempa NTT Berdampak ke 1.378 Sekolah, Pembelajaran Disesuaikan Kondisi
- Kemendikdasmen Siapkan Strategi Pembelajaran Pascagempa Flores, Keselamatan Jadi Prioritas









