Jakarta, 22 Agustus 2026 — Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendorong agar pembahasan anggaran pendidikan dalam Rancangan APBN 2027 lebih berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Menurut Ibas, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Karena itu, keberhasilan anggaran pendidikan tidak semestinya hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan peserta didik, guru, sekolah, serta masyarakat.
“Ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya berapa banyak yang dibelanjakan, tetapi berapa banyak masa depan anak yang berhasil kita ubah,” kata Ibas seperti dilansir Antara, Kamis (20/8/2026).
Anggaran Pendidikan Harus Beri Dampak Nyata
Ibas menegaskan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBN harus memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Khusus sektor pendidikan, ia menilai sejumlah indikator perlu menjadi perhatian pemerintah. Mulai dari peningkatan kualitas belajar siswa, kompetensi guru, keamanan sekolah, hingga pemerataan kesempatan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.
“Pertanyaannya sederhana: apakah anak belajar lebih baik, apakah guru lebih kuat, apakah sekolah lebih aman, dan apakah anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama?” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar anggaran pendidikan benar-benar menghasilkan perubahan, bukan sekadar mengejar tingkat penyerapan anggaran.
Revitalisasi Sekolah Jangan Hanya Bangun Fisik
Ibas juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas anggaran, termasuk melalui program revitalisasi sekolah.
Namun, ia mengingatkan revitalisasi sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan dan perbaikan fisik.
Sekolah yang berkualitas, menurut Ibas, membutuhkan dukungan yang lebih luas, seperti guru dan kepala sekolah yang kompeten, kurikulum yang relevan, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Karena itu, revitalisasi sekolah perlu dilakukan berdasarkan data agar intervensi pemerintah dapat diarahkan kepada daerah dan satuan pendidikan yang paling membutuhkan.
Kesejahteraan dan Kompetensi Guru Harus Berjalan Bersama
Selain sarana dan prasarana, Ibas menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru yang berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi.
Guru dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, investasi pendidikan perlu memberikan perhatian besar terhadap tenaga pendidik.
Menurut Ibas, guru tidak hanya membutuhkan dukungan kesejahteraan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan kebutuhan pembelajaran.
Pendidikan Harus Siapkan Generasi Hadapi AI
Tantangan lain yang perlu masuk dalam kebijakan pendidikan adalah perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Ibas menilai pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan generasi muda cara menggunakan teknologi. Sekolah dan perguruan tinggi juga perlu memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta etika.
Kemampuan tersebut diperlukan agar generasi Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan inovasi dan lapangan pekerjaan.
“Kita tidak ingin generasi Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka menjadi pencipta teknologi. Bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan,” kata Ibas.
APBN 2027 Harus Punya Target yang Terukur
Ibas menambahkan, APBN seharusnya dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, pembahasan Rancangan APBN 2027, khususnya sektor pendidikan, perlu memastikan setiap program memiliki tujuan dan dampak yang dapat diukur.
Dengan pendekatan tersebut, anggaran pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik atau peningkatan angka penyerapan, tetapi benar-benar memberikan perubahan terhadap kualitas pembelajaran, kesejahteraan guru, pemerataan pendidikan, dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
“APBN bukan sekadar angka. APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Ibas.




