Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Pendidikan “Sinergi Best Practice, Inovasi Sekolah, dan Kerja Sama Global untuk Padang Juara” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (6/8/2026).
Pada 2025, Kota Padang mencatat IPM 84,93, tertinggi di Sumatera Barat selama empat tahun berturut-turut. Rata-rata lama sekolah mencapai 11,64 tahun dan harapan lama sekolah 16,58 tahun.
Menurut Fauzan, capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat Padang sebagai kota pendidikan yang semakin terhubung dengan dunia internasional.
“Kota global tidak dibangun hanya dengan infrastruktur. Kota global dibangun oleh manusia yang berpikiran global. Karena itu, kalau Padang ingin menjadi kota global, pendidikan harus menjadi salah satu fondasi utamanya,” ungkap Wamendiktisaintek.
Wali Kota Padang Fadly Amran juga menekankan pentingnya membuka akses pendidikan dan jejaring internasional bagi generasi muda.
“Kami ingin pendidikan menjadi pintu bagi anak-anak Padang untuk melihat dunia, sekaligus membawa dunia datang ke Padang. Karena itu, kerja sama internasional harus kita manfaatkan untuk membuka lebih banyak kesempatan belajar, pertukaran, riset, dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda,” tegas Wali Kota Padang.
Kerja sama dengan Malaysia pun menjadi salah satu peluang. Hingga Maret 2026, tercatat 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Malaysia.
Fauzan menegaskan bahwa kolaborasi pendidikan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan pendidikan sebagai gerakan bersama. Pemerintah daerah membangun ekosistemnya, perguruan tinggi menghadirkan pengetahuan dan inovasi, dunia usaha membuka ruang bagi talenta, dan mitra internasional memperluas jejaring. Dari daerah kita bangun manusia Indonesia, dan dari manusia yang kuat kita bangun Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global,” jelas Wamen Fauzan.




