Bone Bolango, Gorontalo, 21 Agustus 2026 — Sekolah Nasional Terpadu (SNT) 6 Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menjadi ruang pembelajaran yang mendorong guru dan murid untuk tumbuh bersama, mengenali potensi, serta membangun mental juara.
Di sekolah tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui buku dan papan tulis. Murid diajak belajar melalui lagu, percakapan, hingga keberanian tampil di depan kelas. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri dan membantu anak mengenali kemampuan yang dimilikinya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, pembelajaran di SNT 6 memberikan pelajaran penting mengenai arti mental juara. Menurutnya, menjadi pemenang bukan berarti selalu berhasil, tetapi memiliki keberanian untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.
“Dari pembelajaran di sini, pelajaran yang bisa diambil adalah adik-adik harus optimis. Saat gagal, bangkit lagi. Seorang pemenang itu adalah mereka yang bangkit setiap kali gagal,” ujar Fajar saat berdialog dengan murid di lokasi transit SNT 6 Bone Bolango, Rabu (19/8/2026).
Fajar juga mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan, termasuk dalam penguasaan bahasa asing. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat akses untuk mempelajari bahasa asing semakin terbuka.
Guru dan Murid Saling Belajar
Semangat belajar tidak hanya ditunjukkan oleh para murid. Guru Bahasa Indonesia SNT 6 Bone Bolango, Firda Aulia Shalihah, mengaku ikut tertantang untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya setelah melihat antusiasme peserta didik.
Menurut Firda, sebagian besar murid di SNT 6 memiliki kemauan belajar yang kuat dan didukung oleh orang tua. Kondisi tersebut mendorongnya untuk terus mengembangkan diri agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik.
“Jadi, itu yang bikin saya ‘Wah, saya ini harus juga sama seperti mereka’. Semangat untuk upgrade diri harus lebih dari mereka,” ujar Firda.
Di kelas Bahasa Indonesia, Firda juga berupaya membangun budaya literasi yang kolaboratif. Murid didorong untuk membaca dan memahami informasi secara lebih mendalam, terutama di tengah derasnya arus konten digital.
Ia menilai proses belajar tidak selalu berlangsung satu arah dari guru kepada murid. Guru juga dapat memperoleh pengetahuan dari peserta didik melalui proses berbagi dan diskusi.
Murid Belajar Menghargai Keunikan Teman
Selama berinteraksi dengan para murid, Firda menemukan hal menarik dalam lingkungan belajar SNT 6, yakni kemampuan peserta didik untuk menghargai keunikan dan potensi satu sama lain.
Menurutnya, murid yang memiliki kemampuan tertentu dan fokus mengembangkannya tidak mudah merasa iri terhadap prestasi teman. Sebaliknya, mereka justru memberikan dukungan ketika temannya tampil di depan kelas.
Kondisi tersebut turut menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan bebas dari perundungan.
Salah satu murid kelas X, Nurfadhilah Ramadhani Djamal, mengaku merasa nyaman belajar di SNT 6 karena suasana pertemanan yang positif. Ia sendiri telah beberapa kali meraih juara atletik tingkat kabupaten dan provinsi serta memiliki cita-cita menjadi Menteri Luar Negeri.
Murid Datang dengan Tekad Mengembangkan Diri
Semangat serupa juga terlihat pada Muhammad Rheza Dama, murid kelas VII SNT 6 Bone Bolango. Ia memilih sekolah tersebut dengan tekad untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya.
“I want increase myself to get the better version,” ujar Rheza ketika menjelaskan alasannya mendaftar di SNT 6.
Rheza mulai tertarik mempelajari bahasa Inggris sejak kelas IV SD melalui gim dan video. Selain bahasa Inggris, ia juga memiliki ketertarikan terhadap permainan catur dan bercita-cita menjadi seorang grandmaster.
Baginya, SNT menjadi tempat untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar bersama guru dan teman-temannya.
SNT sebagai Laboratorium Pembelajaran
Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, berharap para murid dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang tersedia untuk mempersiapkan masa depan.
Ia mengingatkan bahwa kesempatan belajar di SNT merupakan kesempatan yang tidak diperoleh semua anak. Karena itu, para murid diharapkan memanfaatkannya secara optimal.
“Saya berharap anak-anak dapat memanfaatkan layanan fasilitas dan program besar dari Bapak Presiden ini dengan baik karena tidak semua anak berkesempatan bersekolah di sini,” ujar Surahmat.
Ia juga berpesan kepada para guru untuk terus menjaga dan meningkatkan kompetensi sehingga dapat memastikan lulusan SNT memiliki kualitas yang baik.
Pada akhirnya, SNT 6 Bone Bolango tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang bagi guru dan murid untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan potensi.
SNT diibaratkan sebagai sebuah “laboratorium besar” tempat mental juara dibentuk. Mental juara bukan tentang selalu menang, melainkan keberanian untuk mencoba, kemampuan saling menguatkan, kemauan untuk terus belajar, dan kesanggupan bangkit setiap kali menghadapi kegagalan.









