Semangat literasi anak-anak di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, terus tumbuh melalui kehadiran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lasan Baca. Tempat belajar ini menghadirkan konsep edukasi yang memadukan kegiatan membaca dengan permainan kreatif sehingga anak-anak dapat belajar dengan suasana yang lebih menyenangkan dan interaktif.
TBM Lasan Baca menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak di daerah tersebut. Berbagai aktivitas digelar mulai dari membaca bersama, bermain edukatif, menggambar, hingga kegiatan pengembangan kreativitas yang mampu meningkatkan minat baca sejak usia dini. Pendekatan belajar sambil bermain dinilai efektif membuat anak lebih aktif, percaya diri, dan mudah memahami materi pembelajaran.
Selain membantu meningkatkan kemampuan literasi, keberadaan TBM juga memperkuat budaya belajar di lingkungan masyarakat. Anak-anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga dilatih untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan mengeksplorasi ide kreatif melalui berbagai kegiatan komunitas.
Program literasi seperti ini mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan merata hingga daerah pelosok. Dukungan terhadap TBM diharapkan mampu memperluas akses pendidikan nonformal sekaligus menjadi ruang positif bagi perkembangan karakter anak.
Melalui pendekatan yang lebih santai dan menyenangkan, TBM Lasan Baca membuktikan bahwa peningkatan literasi tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas formal. Dengan keterlibatan komunitas dan masyarakat sekitar, semangat membaca anak-anak di Malinau terus tumbuh dan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi muda yang kreatif dan berpengetahuan luas.



