Jakarta – Impian kuliah di luar negeri akhirnya berhasil diwujudkan oleh Ridha Bahrul Ulum, pemuda asal Kediri, Jawa Timur. Menariknya, perjalanan pendidikan Ridha ke luar negeri dimulai setelah dirinya menyelesaikan pendidikan D3 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Ridha kemudian mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan S1 di Cheng Shiu University, Taiwan, mengambil jurusan Teknik Industri dan Manajemen melalui program beasiswa.
“Sebenarnya aku pengen banget tuh lanjut kuliah ke luar negeri, itu abis dari SMA sebenarnya. Cuman dari orangtua pesannya adalah S1-nya harus di Indonesia dulu, baru kalau misalkan S2 ataupun S3 mau ngambil di luar negeri boleh,” kata Ridha kepada Kompas.com, Selasa (11/8/2026).
Kesempatan melanjutkan S1 ke luar negeri datang ketika Ridha masih berada di tahun terakhir pendidikan D3.
“Alhamdulillahnya setelah lulus D3 itu, sebelum lulus bahkan tapi kayak di tahun terakhir gitu. Itu ada kesempatan buat lanjutin S1 di luar negeri,” ujarnya.
Lanjut S1 ke Taiwan dengan Beasiswa
Ridha kemudian mendaftar program dari Kementerian Pendidikan Tinggi yang memberikan kesempatan bagi lulusan D3 untuk melanjutkan pendidikan S1 di luar negeri.
Ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Taiwan. Program tersebut menggunakan skema beasiswa parsial sehingga tidak seluruh biaya pendidikan ditanggung.
Ridha menjalani program selama tiga tahun. Dari periode tersebut, sekitar 1,5 tahun digunakan untuk kuliah dan 1,5 tahun berikutnya untuk mengikuti program magang.
Menurut Ridha, kegiatan magang tersebut memiliki karakter seperti bekerja secara penuh waktu.
Aktif di PPI dan Mulai Mengenal Beasiswa S2
Selama berada di Taiwan, Ridha juga aktif mengikuti organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Keterlibatannya dalam organisasi tersebut membuatnya bertemu dengan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara.
“Temen-temen aku yang ikutan di PPI kan enggak cuma dari Taiwan. Ada yang dari Timur Tengah, ada yang dari Australia, ada yang dari Eropa,” ungkap Ridha.
Dari lingkungan tersebut, Ridha mendapatkan banyak informasi mengenai peluang pendidikan dan beasiswa di berbagai negara.
Ia bahkan dipercaya menjadi salah satu kepala bidang yang menangani informasi beasiswa.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong Ridha mencoba mendaftar program S2 di sejumlah negara, termasuk Taiwan, Italia, dan Hungaria.
Dapat Beasiswa S2 Taiwan, tetapi Pilih Italia
Perjuangan Ridha kembali membuahkan hasil. Ia diterima untuk melanjutkan pendidikan S2 di Taiwan dengan beasiswa.
Namun, pada saat yang sama, Ridha juga mendapatkan kesempatan kuliah di Universita Degli Studi di Padova atau University of Padua, Italia, salah satu universitas tertua di dunia.
Ridha akhirnya memilih Italia karena mempertimbangkan besarnya dukungan beasiswa sekaligus kesempatan mendapatkan pengalaman internasional yang lebih luas.
“Pada akhirnya aku ambil di Italia gara-gara secara beasiswa dapetnya lebih gede. Terus dapet exposure yang lebih besar juga menurutku. Karena istilahnya kita dapet kesempatan buat tinggal di benua lain di Eropa,” jelasnya.
Dapat Beasiswa DSU hingga Uang Saku Rp164 Juta
Di Italia, Ridha mendapatkan beasiswa Diritto Alla Studio Universitario (DSU).
Beasiswa tersebut memberikan sejumlah fasilitas, termasuk pembebasan biaya kuliah hingga menyelesaikan pendidikan S2. Selain itu, penerima juga mendapatkan uang saku sekitar 8.000 Euro atau sekitar Rp164 juta, berdasarkan nilai tukar yang disebut dalam sumber, serta fasilitas makan satu kali sehari di kantin kampus.
Kisah Ridha menunjukkan bahwa kesempatan kuliah di luar negeri tidak hanya terbuka bagi mereka yang langsung melanjutkan S1 setelah SMA. Lulusan D3 juga dapat mencari jalur pendidikan dan beasiswa yang memungkinkan mereka melanjutkan studi ke luar negeri.
Perjalanan dari D3 di Surabaya, S1 di Taiwan, hingga S2 di Italia menjadi bukti bahwa pendidikan dan keberanian mencari peluang dapat membuka jalan menuju pengalaman akademik internasional.









