Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pemerintah untuk memperjuangkan agar seluruh sekolah negeri tidak memungut biaya pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026). Menurut Prabowo, pendidikan merupakan hak seluruh anak Indonesia dan sekolah gratis merupakan cita-cita para pendiri bangsa.
Prabowo mengatakan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dapat memilih sekolah swasta yang berkualitas. Namun, pemerintah tetap harus memastikan anak-anak Indonesia memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri tanpa terbebani biaya.
Selain persoalan biaya pendidikan, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi pembelajaran. Prabowo menargetkan hingga akhir Desember 2026 seluruh sekolah di Indonesia mendapatkan tambahan tiga Interactive Flat Panel (IFP) atau layar pintar interaktif. Dengan demikian, setiap sekolah ditargetkan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi IFP.
Menurut Prabowo, keberadaan IFP diharapkan dapat mempermudah guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah melakukan lompatan dalam bidang pendidikan dan memperluas akses terhadap sumber pembelajaran.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan Studio Guru di Jakarta dan ibu kota provinsi. Studio tersebut akan mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dengan menyediakan tempat bagi guru-guru terbaik untuk merekam materi pembelajaran.
Melalui program tersebut, materi dari guru diharapkan dapat diakses oleh sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Prabowo menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas secara lebih luas, sehingga seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan mendapatkan pembelajaran terbaik.









