Jakarta – Universitas YARSI menargetkan seluruh program studi (prodi) memperoleh akreditasi internasional dalam lima tahun ke depan. Untuk mendukung target tersebut, kampus menyiapkan dana penelitian sebesar Rp 6 miliar sekaligus memperkuat fasilitas laboratorium dan ekosistem riset.
Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, menyampaikan bahwa penguatan penelitian menjadi bagian penting dari strategi pengembangan perguruan tinggi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat reputasi universitas di tingkat internasional.
Target tersebut disampaikan dalam rangkaian wisuda sarjana dan pascasarjana semester genap tahun akademik 2025/2026 yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Auditorium Ar-Rahman, Jakarta Pusat.
Target Akreditasi Unggul dalam 2–3 Tahun
Universitas YARSI menetapkan target agar seluruh program studi memperoleh akreditasi Unggul dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Selanjutnya, seluruh prodi diharapkan meraih akreditasi internasional dalam kurun waktu lima tahun.
Sejumlah program studi telah mendapatkan akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA). Program tersebut meliputi Ilmu Hukum, Perpustakaan dan Sains Informasi, Magister Kenotariatan, Manajemen, Akuntansi, Magister Manajemen, serta Psikologi.
Sementara itu, Program Studi Kedokteran akan menjalani proses akreditasi nasional terlebih dahulu sebelum mengajukan akreditasi internasional pada tahun berikutnya, sesuai ketentuan yang berlaku.
Siapkan Dana Riset Rp 6 Miliar
Untuk memperkuat penelitian, Universitas YARSI menyiapkan anggaran riset sebesar Rp 6 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat mendukung dosen dan peneliti dalam mengembangkan penelitian di berbagai bidang ilmu.
Rektor Universitas YARSI, Ratna Sitompul, menegaskan bahwa penelitian merupakan bagian penting dari Caturdharma Universitas YARSI. Karena itu, dukungan pendanaan menjadi salah satu agenda utama dalam pengembangan kampus.
Selain pendanaan penelitian, universitas juga telah berinvestasi sekitar Rp 10 miliar untuk penambahan peralatan laboratorium kedokteran dalam dua tahun terakhir.
Fasilitas penelitian yang tersedia mencakup laboratorium genomik, herbal, halal, telomer, sel punca, serta pusat kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Pada 2026, sebanyak 15 dosen Universitas YARSI juga tercatat lolos pendanaan program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Riset Konsorsium Unggulan Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Perkuat Digitalisasi dan Pengalaman Mahasiswa
Selain mengejar akreditasi internasional, Universitas YARSI mendorong transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran dan pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh.
Kampus juga menargetkan program magang mahasiswa berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Langkah ini diharapkan memberikan pengalaman kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional.
Universitas YARSI turut mengarahkan pengembangan akademik dengan mengadopsi sejumlah tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan terkait pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, serta kemitraan.
Di bidang publikasi ilmiah, universitas menargetkan dua jurnal yang dikelolanya dapat terindeks Scopus untuk memperluas jangkauan penelitian dan meningkatkan visibilitas akademik.
Kembangkan Program Studi dan Lingkungan Kampus
Dalam pengembangan pendidikan, Universitas YARSI juga membuka program studi baru spesialis penyakit dalam pada awal 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang kesehatan.
Di lingkungan kampus, universitas menyatakan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap perundungan dan kekerasan. Kampus juga menargetkan terciptanya lingkungan bebas rokok bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas YARSI untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa.
Fokus pada Kualitas dan Reputasi Internasional
Target akreditasi internasional seluruh program studi menunjukkan arah pengembangan Universitas YARSI dalam memperkuat daya saing pendidikan tinggi. Dukungan pendanaan riset, peningkatan fasilitas laboratorium, digitalisasi pembelajaran, serta pengembangan publikasi ilmiah menjadi bagian dari strategi tersebut.
Melalui berbagai program itu, Universitas YARSI berharap dapat meningkatkan kualitas akademik dan menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sumber: Kompas.com dan informasi pendukung mengenai pengembangan akademik Universitas YARSI.








