Budaya membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Anak muda juga membutuhkan ruang untuk bertemu, berdiskusi, dan bertumbuh. 📚✨
Hal tersebut disampaikan Bunda Literasi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, saat menghadiri kegiatan ruang cerita dan diskusi positif Komunitas Klub Buku HSS bersama komunitas dari Kabupaten Tabalong di Kandangan, Minggu.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat membawa kebaikan dan memberikan manfaat bagi perkembangan literasi di Kabupaten HSS,” katanya.
Menurutnya, komunitas literasi dapat menjadi ruang positif untuk mendekatkan generasi muda dengan buku sekaligus membuat aktivitas membaca terasa lebih kreatif dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan yang kreatif, santai, dan melibatkan anak-anak muda kita, komunitas dapat menjadi salah satu penggerak dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca,” ujarnya.
Ruang baca dan ruang diskusi juga dinilai penting agar generasi muda dapat bertukar pikiran, memperluas wawasan, dan berani menyampaikan gagasan secara positif.
Tak hanya itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar budaya membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, komunitas, keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi penting, agar budaya membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan bertema “Membangun Ruang Baca, Bertumbuh, dan Berdaya Bersama Komunitas Literasi” ini menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi juga tentang menciptakan ruang untuk berpikir dan bertumbuh bersama. 🌱📖









