“Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan Indonesia. Mulai dari kesiapan menghadapi era Artificial Intelligence (AI), krisis guru, kerusakan infrastruktur sekolah, hingga pengelolaan anggaran pendidikan yang dinilai perlu lebih tepat sasaran.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa (4/8), Esti mengatakan, “”Tantangan-tantangan kekinian seperti digitalisasi pendidikan, teknologi seperti AI dan lain-lain.””
Menurutnya, Indonesia sedang menghadapi transformasi besar, mulai dari perkembangan AI, ekonomi hijau, perubahan dunia kerja, hingga meningkatnya persaingan global. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menyelesaikan pendidikan formal.
“Dalam situasi tersebut, pendidikan bagi anak-anak tidak lagi cukup menghasilkan lulusan yang sekadar menyelesaikan pendidikan formal, tetapi harus membentuk manusia Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, literasi digital, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, karakter yang kuat, serta kesiapan untuk terus belajar sepanjang hayat.”
Di sisi lain, Esti mengingatkan bahwa tantangan pendidikan tidak hanya soal teknologi. Persoalan klasik seperti sekolah rusak, akses pendidikan yang belum merata, hingga kekurangan guru masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak.
“Kita terus mendengar gedung sekolah roboh, bahkan beberapa ada korban jiwa anak-anak kita yang datang ke sekolah untuk menuntut ilmu. Ini menjadi sebuah ironi jika Negara tak segera memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak.”
Ia juga menyoroti masih minimnya akses pendidikan di wilayah 3T, mendorong percepatan implementasi putusan MK terkait pendidikan gratis SD-SMP negeri maupun swasta, serta meminta pemerintah membuka formasi guru sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Terkait anggaran, Esti berharap putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan dapat diupayakan lebih cepat.




