idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita

    Daftar Juara Lomba Sekolah Sehat Kabupaten Lebak 2026 Jenjang SD dan SMP

    MGMP IPA SMP Kota Bekasi Perkuat Pembelajaran STEM dalam Kegiatan Kokurikuler

    Jambore Sekolah Sehat 2026 Ponorogo, Perkuat 5 Gerakan Sekolah Sehat untuk Generasi Muda

    PISA 2025: Skor Membaca Siswa Perempuan Lebih Tinggi, Gap Gender Capai 30 Poin di OECD

    Apresiasi Guru dan Tendik Kabupaten Tangerang 2026, 36 Peserta Raih Juara

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

    Ada 36 Titik Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ini Daftar dan Nilai Ambang Batasnya

    Ibas Dorong Mahasiswa KIP Kuliah Jadi Inovator di Bidang Energi, Pangan, dan Teknologi

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Ayah Bilang Tidak, Nenek Bilang Boleh, Anak Harus Ikut Siapa? Ini 5 Tipsnya

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Mulai 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Honor Guru Non-ASN Bisa dari BOS

    Kabar Baik Guru 2027: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Honor Guru Non-ASN Bisa dari BOS

    CPNS Guru 2027 Dibahas, DPR Minta Afirmasi untuk Guru Honorer Swasta Segera Dimulai

    Guru Honorer Digaji dari Dana BOS, Apakah Tetap Bisa Menerima TPG? Ini Penjelasannya

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Kronologi Kepala SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa karena Tak Pakai Seragam Lurik

    Kepala SMPN 18 Malang Dicopot Usai Dugaan Tampar Siswa, Berawal dari Persoalan Seragam

    Ekskul Korps Kadet Republik Indonesia Diluncurkan, Murid Tidak Wajib Jadi Prajurit

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

    Mendikti Brian Yuliarto Kenang Masa Kuliah, Pernah Dapat Beasiswa Rp300 Ribu per Semester

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Prilly Latuconsina Soroti Kesejahteraan Guru: Panggilan Mengajar Tak Berarti Abaikan Penghasilan

    Irsyad Zamjani Soroti Pentingnya Penguatan Literasi dan Numerasi Sejak Dini

    Wisuda ke-27 STP Sahid Surakarta, 211 Lulusan Disiapkan Jadi Pemimpin Pariwisata Berkelanjutan

    5 Program Pemerintah Pulihkan Pendidikan Pascabencana di Sumatera

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Daftar Juara Lomba Sekolah Sehat Kabupaten Lebak 2026 Jenjang SD dan SMP

    MGMP IPA SMP Kota Bekasi Perkuat Pembelajaran STEM dalam Kegiatan Kokurikuler

    Jambore Sekolah Sehat 2026 Ponorogo, Perkuat 5 Gerakan Sekolah Sehat untuk Generasi Muda

    PISA 2025: Skor Membaca Siswa Perempuan Lebih Tinggi, Gap Gender Capai 30 Poin di OECD

    Apresiasi Guru dan Tendik Kabupaten Tangerang 2026, 36 Peserta Raih Juara

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

    Ada 36 Titik Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ini Daftar dan Nilai Ambang Batasnya

    Ibas Dorong Mahasiswa KIP Kuliah Jadi Inovator di Bidang Energi, Pangan, dan Teknologi

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Ayah Bilang Tidak, Nenek Bilang Boleh, Anak Harus Ikut Siapa? Ini 5 Tipsnya

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Mulai 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Honor Guru Non-ASN Bisa dari BOS

    Kabar Baik Guru 2027: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Honor Guru Non-ASN Bisa dari BOS

    CPNS Guru 2027 Dibahas, DPR Minta Afirmasi untuk Guru Honorer Swasta Segera Dimulai

    Guru Honorer Digaji dari Dana BOS, Apakah Tetap Bisa Menerima TPG? Ini Penjelasannya

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Kronologi Kepala SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa karena Tak Pakai Seragam Lurik

    Kepala SMPN 18 Malang Dicopot Usai Dugaan Tampar Siswa, Berawal dari Persoalan Seragam

    Ekskul Korps Kadet Republik Indonesia Diluncurkan, Murid Tidak Wajib Jadi Prajurit

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

    Mendikti Brian Yuliarto Kenang Masa Kuliah, Pernah Dapat Beasiswa Rp300 Ribu per Semester

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Prilly Latuconsina Soroti Kesejahteraan Guru: Panggilan Mengajar Tak Berarti Abaikan Penghasilan

    Irsyad Zamjani Soroti Pentingnya Penguatan Literasi dan Numerasi Sejak Dini

    Wisuda ke-27 STP Sahid Surakarta, 211 Lulusan Disiapkan Jadi Pemimpin Pariwisata Berkelanjutan

    5 Program Pemerintah Pulihkan Pendidikan Pascabencana di Sumatera

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Kenapa Anak Jepang Bisa Disiplin Tanpa Pendidikan Militer? Ternyata Ini Rahasianya

11 August 2026
in Berita
2 min read
250
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kedisiplinan siswa kerap dikaitkan dengan pendidikan bergaya militer yang menekankan aturan ketat dan kepatuhan terhadap instruksi. Namun, Jepang menunjukkan pendekatan berbeda. Anak-anak di negara tersebut dikenal memiliki kedisiplinan tinggi meski pembentukan karakter tidak bergantung pada pendidikan militer.

Pendidikan anak di Jepang sejak dini menekankan bahwa manusia merupakan bagian dari kelompok. Karena itu, anak dibiasakan memiliki tanggung jawab, kemandirian, rasa hormat, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Ada beberapa prinsip yang diterapkan dalam pendidikan anak di Jepang, antara lain memperlakukan anak dengan hormat, melatih kemandirian, menanamkan kesadaran kolektif, mengajarkan pengendalian emosi, serta membangun disiplin tanpa hukuman fisik.

Kebiasaan tersebut kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dibiasakan menjaga ketertiban, merawat barang pribadi, hingga membersihkan lingkungan sekolah bersama-sama.

Pendekatan ini berbeda dengan pendidikan bergaya militer yang lebih menekankan instruksi, kepatuhan, seragam, serta aturan yang ketat. Sejumlah pandangan pendidikan menilai pembentukan karakter yang kuat justru membutuhkan keteladanan, dialog, rasa percaya, dan lingkungan yang positif.

Kepala Divisi Akademik Kampus Guru Cikal, Tari Sanjoyo, mengatakan bahwa membangun kedisiplinan anak sebaiknya diawali dengan rasa percaya. Guru dapat membuat kesepakatan bersama siswa sejak awal pembelajaran sehingga anak merasa dilibatkan dan memiliki tanggung jawab terhadap aturan yang dibuat.

Sementara itu, Dosen FITK UIN Walisongo Semarang, Dr A Umar, menilai pelatihan bernuansa militer mungkin dapat menghasilkan ketertiban dalam waktu singkat. Namun, karakter yang kuat membutuhkan proses panjang melalui keteladanan, dialog sehat, relasi yang manusiawi, dan konsistensi nilai di lingkungan sosial.

Kebiasaan Anak Jepang yang Bisa Ditiru

1. Membersihkan sekolah bersama
Siswa di Jepang terbiasa melakukan O-soji, yakni membersihkan kelas, lorong, hingga toilet secara bersama-sama selama sekitar 15–20 menit setiap hari.

2. Membiasakan rasa hormat
Budaya menghormati orang lain ditanamkan sejak dini, termasuk melalui kebiasaan membungkuk ketika menyapa atau berterima kasih.

3. Melatih kemandirian
Anak-anak dibiasakan melakukan berbagai aktivitas sendiri, termasuk berangkat ke sekolah tanpa selalu didampingi orang tua.

4. Tidak berlebihan membandingkan diri
Siswa didorong untuk fokus pada usaha dan perkembangan dirinya, sekaligus membangun ketahanan emosional.

5. Membiasakan pola makan sehat dan tanggung jawab bersama
Saat makan di sekolah, siswa tidak hanya menjadi penerima makanan. Mereka juga bergiliran membantu menyajikan makanan untuk teman-temannya. Guru dan siswa makan bersama dalam suasana yang setara.

Pada akhirnya, pengalaman Jepang menunjukkan bahwa kedisiplinan tidak selalu harus dibangun melalui pendekatan militer. Kebiasaan sehari-hari, rasa percaya, tanggung jawab, keteladanan, dan budaya gotong royong dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak.

Tags: anak Jepangberita pendidikanbudaya JepangDisiplin Anakdisiplin tanpa hukumankarakter siswakedisiplinan siswaO-sojiparenting JepangPendidikan Anakpendidikan indonesiapendidikan Jepangpendidikan karakterPendidikan Karakter Anakpendidikan militersekolah disiplinsekolah Jepangsistem pendidikan Jepangtips mendidik anaktips parenting
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

Daftar Juara Lomba Sekolah Sehat Kabupaten Lebak 2026 Jenjang SD dan SMP

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

Daftar Juara Lomba Sekolah Sehat Kabupaten Lebak 2026 Jenjang SD dan SMP

29 September 2026

Mulai 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Honor Guru Non-ASN Bisa dari BOS

29 September 2026

MGMP IPA SMP Kota Bekasi Perkuat Pembelajaran STEM dalam Kegiatan Kokurikuler

29 September 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In