Tasikmalaya, Jawa Barat – Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 resmi dibuka di SMK Negeri 1 Tasikmalaya. Program yang diselenggarakan BBPPMPV-BMTI ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru vokasi agar semakin sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa upskilling guru SMK menjadi kebutuhan penting, terutama karena perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) berlangsung sangat cepat.
Menurut Atip, guru harus terus memperbarui keahlian agar lulusan SMK tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan tetap memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala BBPPMPV-BMTI Baharudin menjelaskan, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis kejuruan. Peserta juga mendapatkan penguatan pedagogi, pola pikir, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pemahaman terhadap budaya dan lingkungan dunia kerja.
Program tersebut juga dilaksanakan secara serentak di beberapa pusat belajar lain, termasuk SMK 2 Yogyakarta, SMK 5 Surakarta, SMK 1 Karawang, dan SMK Lelea.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong agar pendidikan vokasi semakin menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat nyata. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mengolah sampah plastik menjadi bahan baku furnitur, seperti meja dan bangku sekolah.
Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi contoh penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle) sekaligus memperkuat peran SMK dalam menjawab persoalan di masyarakat.
Melalui program peningkatan kompetensi ini, Kemendikdasmen berharap guru vokasi tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran dan membagikan praktik baik kepada guru serta murid lainnya.




