Jakarta, 12 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/sederajat.
Persiapan tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelaksanaan TKA Tahun 2026 yang diselenggarakan Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan TKA sebelumnya. Menurutnya, pelaksanaan TKA 2025 berjalan dengan baik dan semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Salah satu indikatornya adalah semakin luasnya pemanfaatan hasil TKA. Hasil asesmen tersebut telah menjadi salah satu referensi dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi dan digunakan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya jalur prestasi akademik.
Hasil TKA Tak Sekadar Angka
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA tidak seharusnya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat.
“TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat. Sejatinya, hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai informasi penting guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan,” ungkap Abdul Mu’ti saat membuka Rakornas di Jakarta, Selasa (11/8).
Menurutnya, hasil asesmen dapat digunakan sebagai masukan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan proses pembelajaran.
Ia menjelaskan bahwa asesmen tidak berhenti pada pengukuran capaian belajar. Hasil yang diperoleh perlu dimanfaatkan sebagai informasi untuk mengetahui bagian pembelajaran yang masih perlu diperbaiki.
“TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Persiapan TKA 2026 Harus Matang
Kepala BKPDM, Toni Toharudin, mengatakan pelaksanaan TKA merupakan kerja bersama yang membutuhkan kesiapan dari seluruh pihak.
Menurutnya, keberhasilan TKA bukan hanya ditentukan ketika ujian berlangsung, tetapi juga oleh kualitas koordinasi, perencanaan, serta kesiapan setiap tahapan.
Rakornas menjadi momentum untuk memastikan seluruh penyelenggara memiliki persepsi dan standar yang sama.
Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan, sistem teknologi, pendataan peserta, infrastruktur, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, hingga komunikasi publik.
Hasil TKA SD dan SMP Ikut Diselaraskan
Selain mempersiapkan pelaksanaan TKA 2026, Rakornas juga menjadi forum untuk menyelaraskan pemanfaatan hasil TKA SD dan SMP tahun 2026.
Hasil TKA diharapkan dapat dimanfaatkan pemangku kepentingan pendidikan sebagai salah satu sumber informasi dalam melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.
Toni berharap seluruh pihak dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak awal dan menyusun solusi secara bersama.
“Melalui Rakornas ini kami berharap terdapat diskusi secara terbuka, mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko, serta menyusun solusi secara bersama,” tuturnya.
Dengan persiapan yang lebih matang, pelaksanaan TKA 2026 diharapkan berlangsung tertib dan mampu memberikan layanan asesmen terbaik bagi peserta didik.
Toni juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan TKA dengan sikap jujur dan gembira, sehingga asesmen tidak hanya menjadi proses pengukuran, tetapi turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan.




