Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kerja sama penelitian dengan China di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Kolaborasi ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas riset, tetapi juga memperluas penerapan teknologi dan meningkatkan kapasitas peneliti Indonesia.
Kerja sama tersebut dibahas dalam 8th Joint Committee Meeting RI-RRT on Research and Innovation yang digelar di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BRIN dan Ministry of Science and Technology (MOST) China mengevaluasi perkembangan kolaborasi yang telah berjalan sekaligus menyusun agenda penelitian untuk periode berikutnya.
Indonesia Belajar dari Pengalaman China
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kerja sama dengan China dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas riset dan teknologi.
Menurutnya, Indonesia dapat mempelajari pengalaman China dalam membangun kebijakan sains dan teknologi sekaligus mengembangkan ekosistem inovasi yang mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Arif juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan dampak dari penelitian yang dilakukan secara bersama.
China Siap Perluas Kolaborasi
Vice Minister of MOST China Long Teng menyatakan China siap memperluas kerja sama penelitian dengan BRIN.
Ia menilai kolaborasi di bidang sains, teknologi, dan inovasi memiliki nilai strategis bagi kedua negara.
China juga membuka peluang untuk mendukung peneliti dari kedua negara dalam penelitian, pengembangan, serta demonstrasi teknologi pada bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Enam Proposal Riset Mulai Berjalan
Sebagai tindak lanjut nota kesepahaman yang disepakati pada September 2023, enam proposal penelitian bersama Indonesia dan China mulai dijalankan pada 2026.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan.
Arif menegaskan bahwa forum komite bersama akan menjadi wadah strategis untuk menentukan prioritas penelitian dan membuka peluang kolaborasi baru.
Kerja sama tersebut akan dikembangkan dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati, sehingga hubungan riset Indonesia-China tidak hanya berfokus pada evaluasi program yang telah berjalan, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.









