Paparan berita politik di media sosial yang terus-menerus dapat membuat anak muda merasa lelah, cemas, kecewa, bahkan marah. Kebiasaan membuka media sosial selama beberapa menit tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam mengikuti perdebatan politik menjadi salah satu gambaran kondisi tersebut. Arus informasi yang penuh kontroversi dan sensasi juga membuat anak muda semakin sulit membedakan fakta, opini, serta kepentingan kelompok.
Kondisi tersebut berkaitan dengan wellbeing, yaitu keadaan ketika seseorang memiliki kepuasan hidup, emosi positif, hubungan sosial yang baik, serta tujuan hidup yang bermakna. Wellbeing yang baik membantu anak muda menjalani kehidupan dengan lebih tenang, bersemangat, mampu menghadapi stres, dan mengambil keputusan secara lebih bijaksana.
Cara pertama menjaga wellbeing adalah mengikuti informasi tanpa tenggelam di dalamnya. Anak muda perlu menyadari adanya negativity bias, yaitu kecenderungan otak lebih mudah memperhatikan informasi yang mengandung ancaman atau hal negatif. Kebiasaan doomscrolling dapat membuat seseorang semakin cemas dan lelah. Karena itu, penting memilih sumber informasi yang kredibel, membatasi waktu membaca berita, serta berani mengambil jeda dari media sosial.
Cara kedua adalah menyadari bahwa kehidupan tidak hanya tentang politik. Politik memang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, tetapi anak muda juga memiliki keluarga, teman, pendidikan, pekerjaan, olahraga, dan aktivitas lain yang memberikan makna. Jangan sampai satu isu politik mengambil seluruh perhatian hingga mengorbankan aktivitas yang sebenarnya penting bagi kehidupan sehari-hari.
Cara ketiga adalah tetap berteman dengan orang yang memiliki pandangan politik berbeda. Perbedaan pilihan atau pendapat tidak harus membuat seseorang kehilangan rasa hormat maupun persahabatan. Berinteraksi dengan orang yang memiliki perspektif berbeda justru dapat memperluas wawasan dan membantu memahami sudut pandang lain terhadap suatu persoalan.
Pada akhirnya, menjadi anak muda yang peduli terhadap politik dan masa depan Indonesia merupakan hal positif. Namun, kepedulian tersebut tidak harus membuat seseorang mengalami kelelahan dan kecemasan terus-menerus. Anak muda tetap dapat bersikap kritis, mengikuti perkembangan politik, dan menyampaikan pendapat sambil menjaga wellbeing agar tetap sehat dan mampu menjalani kehidupan dengan seimbang.









