Malang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di SMK dengan menekankan tiga prinsip, yaitu Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan transformasi pendidikan perlu dimulai dari pendekatan pembelajaran di kelas. Menurutnya, Pembelajaran Mendalam menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat sekaligus mengedepankan sikap memuliakan murid, guru, dan ilmu.
Penerapan konsep tersebut ditunjukkan melalui Aksi PM SMK, yang menjadi wadah bagi guru untuk berbagi inovasi dan praktik baik pembelajaran. Penilaian tidak hanya melihat hasil karya, tetapi juga proses mulai dari identifikasi masalah, strategi pembelajaran, hingga dampaknya terhadap murid.
Salah satu inovasi datang dari Krisna Kirana, guru SMK Negeri 2 Jiwan, Madiun, yang menghubungkan materi trigonometri dengan praktik pengeboran presisi melalui karya MATABOR. Sementara Yusra Khairunnisa dari SMK Negeri 1 Singosari, Malang, memanfaatkan Augmented Reality (AR) untuk membuat pembelajaran lebih konkret dan interaktif.
Aksi PM berlangsung pada 22 Juli–9 Agustus 2026 dan melibatkan 250 satuan pendidikan. Dari kegiatan tersebut terpilih 10 karya terbaik. Kemendikdasmen berharap praktik baik Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan lebih luas untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berdampak bagi murid.









