Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) jenjang SMP dapat langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di SNT setelah lulus.
Hal tersebut disampaikan Mu’ti setelah membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 17 SNT di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).
Menurut Mu’ti, konsep terintegrasi pada SNT memungkinkan siswa SMP yang telah menyelesaikan pendidikan untuk melanjutkan ke jenjang SMA di sekolah yang sama tanpa harus mengikuti proses seleksi kembali.
“Tapi untuk yang SMP, lulusan SMP-SMP, karena terintegrasi, dia otomatis bisa diterima di SMA. Jadi tidak pakai seleksi lagi, makanya kita sebut terintegrasi,” kata Mu’ti.
Siswa SNT Diharapkan Bisa Melanjutkan Pendidikan Lebih Tinggi
Mu’ti juga berharap para lulusan SNT nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia menekankan bahwa siswa yang mengikuti pendidikan di SNT mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan secara gratis.
“Harapannya tentu bahwa mereka sudah selesai dari sekolah-sekolah full gratis ini, dapat melanjutkan pendidikan lebih baik,” ujarnya.
Jumlah Siswa SNT Dibatasi 80 Orang
Untuk menjaga kualitas pendidikan, pemerintah masih membatasi jumlah siswa di setiap SNT.
Setiap sekolah SNT menerima 80 siswa, yang terdiri dari:
- 40 siswa jenjang SMP
- 40 siswa jenjang SMA
Mu’ti mengatakan jumlah tersebut akan dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan di SNT.
“Kita akan mempertahankan jumlahnya dalam penjaga mutu,” ungkapnya.
Masuk SNT Lewat Prestasi dan Tes Skolastik
Para siswa SNT dapat masuk melalui jalur prestasi akademik maupun nonakademik. Selain itu, terdapat pula siswa yang masuk berdasarkan rekomendasi kepala sekolah.
Meski demikian, calon siswa tetap harus mengikuti dan lolos tes skolastik yang diselenggarakan pemerintah.
“Jadi fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun non-akademik,” jelas Mu’ti.
Dengan konsep tersebut, SNT dirancang sebagai sekolah yang memberikan layanan pendidikan kepada siswa dengan potensi akademik maupun nonakademik di atas rata-rata, sekaligus menjaga kualitas pembelajaran melalui jumlah peserta didik yang terbatas.









